Home » » Penanganan HIV/AIDS oleh Pemerintah Masih Minim

Penanganan HIV/AIDS oleh Pemerintah Masih Minim

Written By Ledia Hanifa on Selasa, 26 November 2013 | 12:44:00 AM


TEMPO Interaktif, Jakarta – Anggota Komisi Kesehatan DPR Ledia Hanifa Amaliah menilai penanganan human immunodeficiency virus/acquired immunodeficiency virus (HIV/AIDS) masih sangat minim. Terutama, sosialisasi yang dilakukan pemerintah terhadap masyarakat.

Akibatnya, banyak orang tak mengetahui seluk-beluk penyakit yang belum ada obatnya ini. Bahkan, sosialisasi terhadap kalangan medis juga masih kurang. Menurut Ledia, masih ada petugas rumah sakit tak mau melayani penderita HIV/AIDS. “Seringkali, pihak rumah sakit juga tak mau memandikan jenazah penderita HIV/AIDS,” katanya ketika dihubungi saat peringatan Hari AIDS Dunia, Selasa (1/12).

Kesimpulan ini, kata Ledia, didapatkan dari kunjungan Kelompok Komisi Kesehatan Fraksi Partai Keadilan Sejahtera ke Rumah Sakit Sulianti Saroso dan lembaga swadaya masyarakat pemerhati HIV/AIDS Sahabat Rekan Sebaya, Senin (30/11).

Ketua Dewan Pengurus Pusat Partai Keadilan Sejahtera Bidang Kewanitaan ini mengatakan, sosialisasi yang kurang memunculkan stigma dan perlakuan diskriminatif terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA). Para penderita pun sering dikucilkan oleh masyarakat sekitarnya.

Ledia juga menilai sistem pendeteksian penderita HIV/AIDS masih minim. Ia mencontohkan, pendonor darah yang terinfeksi virus HIV tak diberitahu jika menderita penyakit itu. Padahal, fenomena gunung es berlaku untuk penderita HIV/AIDS. Jumlah penderita yang ketahuan jauh lebih sedikit ketimbang yang belum terdeteksi.


0 komentar:

Posting Komentar