Home » , » Perawat Indonesia Dibutuhkan Eropa

Perawat Indonesia Dibutuhkan Eropa

Written By Ledia Hanifa on Rabu, 27 November 2013 | 11:09:00 PM


Senayan - Kebutuhan tenaga perawat di negara-negara Eropa khususnya Belanda, masih terbuka lebar. Sayangnya, belakangan ini jumlah TKI yang mengisi kesempatan itu tidak banyak. 
       
Hal tersebut disampaikan anggota Komisi IX dari F-PKS Ledia Hanifa Amallah kepada Jurnalparlemen.com, Kamis (15/7), di Kompleks Parlemen Senayan. 
       
"Di RS Schidam Jerman misalnya, hanya ada satu perawat Indonesia yang bekerja di ICU. Itu kan sayang sekali, karena Eropa masih membutuhkan tenaga perawat," kata Ledia yang bersama beberapa anggota DPR baru saja melakukan lawatan ke Jerman, Belanda dan Belgia tepatnya 3-13 Juli lalu. 
       
Selain Jerman, kata Ledia, Belanda adalah negara yang membutuhkan SDM perawat banyak. Di Negeri Tulip itu, katanya, Indonesia memiliki MOU untuk bisa mengirim TKI perawat. "Kita ada MOU untuk perawat Indonesia bekerja di Belanda selama 27 bulan dan sayang sekali bila hal itu tidak dimanfaatkan," ujarnya. 
       
Banyak usulan yang menginginkan pemerintah menambah jatah waktu menjadi 36 bulan. Dengan bertambahnya rentang waktu itu, jelas Ledia, akan membuka kesempatan bagi TKI untuk bekerja lebih lama. 
       
Di Eropa ada tiga tempat yang bisa dijadikan 'sasaran' pengiriman TKI perawat. Yakni, rumah sakit, rumah tangga yang memiliki orang tua dan panti jompo. "Tiga tempat itu senang menerima perawat Indonesia karena terkenal lebih sabar dalam merawat orang tua dan pasien," katanya.(idn/yat)/ Jurnalparlemen.com

0 komentar:

Posting Komentar