Home » , , , » Angka Kekerasan Anak dan Perempuan 2016 Dkuatirkan Meningkat

Angka Kekerasan Anak dan Perempuan 2016 Dkuatirkan Meningkat

Written By Ledia Hanifa on Selasa, 11 Juli 2017 | 10:24:00 PM

KBRN, Jakarta: Angka kekerasan anak dan perempuan dalam lima tahun terakhir di Indonesia jumlahnya meningkat drastis. Jika darurat kekerasan anak dan perempuan ini tidak ditangani secara bersama-sama dikuatirkan 'bonus demografi' tidak bisa dinikmati Indonesia pada tahun 2020-2035.

Fakta tadi disampaikan Sujatmiko, Deputi bidang Koordinasi Perempuan dan Anak Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan dalam sebuah acara diskusi bersama Pimpinan Redaksi, wartawan sejumlah media massa dan LSM,  Rabu, 07 Desember 2016 pagi di Jakarta.

"Jumlah angka kekerasan terhadap anak dan perempuan tahun 2016 sedang dihitung, namun dikuatirkan angkanya naik," ujar Sujatmiko.

Terkait kekerasan terhadap anak, Sujatmiko menengarai penyebab peningkatan jumlah kasus kekerasan sejak tahun 2011 hingga tahun 2015 karena pornografi.

"Saat ini anak anak kita sudah memegang smartphone sendiri sendiri yang sulit dipantau apa yang mereka buka," katanya.

Faktor lain yang menyebabkan tingginya jumlah kekerasan terhadap anak dan perempuan adalah semakin mudahnya melaporkan kasus kekerasan.
"Melalui SMS dan WA sekarang bisa melaporkan. Negatifnya, angka kekerasan terlihat naik namun positifnya penanganannya  bisa dilakukan  lebih dini," pungkas Sujatmiko.

Untuk mengatasi problem kekerasan terhadap anak dan perempuan, Pemerintah menjadikan 3 Ends sebagai program unggulan.

Program ini bertujuan untuk mengakhiri permasalahan yang dihadapi kaum perempuan dan anak, yakni (1)  Akhiri kekerasan terhadap anak dan perempuan; (2) Akhiri perdagangan manusia; dan (3) Akhiri ketidakadilan akses ekonomi untuk perempuan.

"Pemerintah bersama perangkatnya jangan bergerak sendiri sendiri. Terutama terkait akses ekonomi keluarga. Keluarga dimana 70 persen kekerasan terjadi di rumah harus  diberi akses ekonomi,"pinta Ledia Hanifa Amalia, Anggota komisi VIII DPR RI, Rabu (07/12/2016) pagi.
Dalam diskusi bertajuk "program 3Ends Sebagai Upaya Mewujudkan Negara Ramah Perempuan dan Anak" Juga disinggung banyak problem kendala mengakhiri kekerasan terhadap anak dan perempuan. Selain kesetaraan gender, soal pernikahan dini juga menjadi sorotan.

http://www.rri.co.id/jakarta/post/berita/335653/ulasan/angka_kekerasan_anak_dan_perempuan_2016_dkuatirkan_meningkat.html

0 komentar:

Posting Komentar