Home » , , , , » Wawasan Kebangsaan Penting bagi Pelajar

Wawasan Kebangsaan Penting bagi Pelajar

Written By Ledia Hanifa on Senin, 02 Oktober 2017 | 1:01:00 AM

CIMAHI – Nasionalisme kalangan muda dinilai semakin memudar dan acap kali memunculkan sikap apatis bahkan apolitis dalam menyikapi berbagai persoalan kebangsaan.

Hal itu diungkapkan anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS Ledia Hanifa Amaliah usai melakukan sosialisasi empat pilar kebangsaan di Aula SMK Negeri 1 Kota Cimahi, kemarin. Ledia menyatakan, sosialisasi empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 45, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhineka Tunggal Ika, sangat penting dilakukan karena merupakan akar dari bangsa Indonesia yang harus dipahami oleh generasi muda. Untuk itu, dasar-dasar itu harus dipahami oleh pelajar dan generasi muda karena itu akar dari bangsa Indonesia.

“Dengan sosialisasi makin masif, generasi muda akan semakin ngeh untuk lebih peduli lagi. Karena bagaimana pun mereka generasi penerus dan akan memiliki kesempatan dalam mengelola negara ini,” urainya. Selama awal-awal melakukan sosialisasi, Ledia mengaku ketika dilakukan tanya jawab terkait ketertarikan menjadi anggota dewan, mayoritas tidak mau karena takut terjerat kasus korupsi dan sebagainya. Padahal banyak tugas dan fungsi DPR yang perlu diketahui. “Tetapi kelamaan banyak dari mereka yang menanyakan bagaimana cara masuk partai, walaupun jalannya masih panjang tetapi setidaknya ada ketertarikan,” beber Ledia.

Selain ke kalangan pelajar, pemahaman kebangsaan juga perlu diberikan kepada para guru. Mengingat dalam sistem ketatanegaraan banyak yang sudah berubah. Dengan begitu maka para guru pun perlu forum atau kelompok diskusi agar lebih mudah dalam menjelaskan kepada siswanya. “Ada juga guru yang masih mengajarkan penjelasan UUD 1945, padahal penjelasan itu sudah tidak ada lagi, tetapi masih diajarkan,” ujarnya mencontohkan. Untuk itu, guru-guru pun perlu ditingkatkan lagi kapasitasnya agar tetap update dan tidak ketinggalan. Apalagi zaman sekarang, anak-anak sangat mudah mengakses berbagai informasi di internet dalam mengerjakan berbagai tugas sekolah. “Perubahan-perubahan yang terjadi juga harus diikuti oleh para guru agar dalam proses belajar sesuai dengan kondisi saat ini,” tuturnya.

Bahkan dalam pengayaan pengetahuan siswa, DPR sangat terbuka menerima kunjungan siswa tetapi belum bisa dimaksimalkan. Kunjungan bisa saja dilakukan ke fraksi, komisi atau kehumasan DPR RI. “Kalau setingkat SD banyak, tetapi untuk pelajar dan mahasiswa belum dioptimalkan,” tandasnya.


http://koran-sindo.com/page/news/2017-04-11/6/32

0 komentar:

Posting Komentar