Home » » Pertemuan dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Perwakilan Belanda

Pertemuan dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Perwakilan Belanda

Written By Ledia Hanifa on Jumat, 22 November 2013 | 4:29:00 AM


Saat berada di Belanda, salah satu agenda kegiatan Ledia Hanifa adalah bertemu dan berdiskusi dengan rekan-rekan dari Persatuan Perawat Nasional Indonesia perwakilan Belanda.Lebih kurang 15 perawat dari berbagai rumah sakit memberikan informasi, masukan termasuk kendala-kendala yang dihadapi para perawat selama bekerja di Belanda.

Menilik sejarahnya, pengiriman perawat Indonesia pertama kali ke Belanda dimulai pada 1992, sempat terhenti di tahun 2003 dan akan dimulai lagi pada 2010 ini. Para perawat asal Indonesia ditempatkan pada tiga tempat sesuai sistem pelayanan kesehatan di Belanda yaitu pada Rumah Sakit, Rumah Perawatan Pasca Rumah Sakit dan Rumah Jompo.   

Sesungguhnya tak banyak perbedaan berarti antara kemampuan para perawat asal Indonesia dengan perawat asli Belanda atau dari negara lainnya. Bahkan perawat asal Indonesia terkenal lebih sabar dalam menangani pasien, terutama pasien usia lanjut yang kadang banyak ‘kemanjaannya’. Namun diakui pula dari sisi kedisiplinan, kemampuan pemecahan masalah dan pengambilan keputusan, perawat Belanda ternyata lebih mumpuni langkahnya.

Sayangnya kontrak kerja yang dibuat antara pemerintah Indonesia dan Belanda hanya menyebutkan waktu 27 bulan, padahal syarat untuk mendapat izin tinggal dan bekerja mengharuskan seseorang untuk berkerja setidaknya 3 tahun berturut-turut di Belanda, sehingga para perawat ini kerap kesulitan untuk meneruskan kerja di Belanda.

Karena itu kini diharapkan pemerintah Indonesia memperbarui perjanjian kontrak kerja untuk masa kerja setidaknya tiga tahun. Apalagi mengingat Belanda masih membutuhkan sekitar 12 ribu tenaga perawat lagi untuk memenuhi kebutuhan akan pelayanan kesehatan yang lebih baik bagi masayarakatnya.

Kesejahteraan para perawat di Belanda diakui terjamin dengan cukup baik. Positipnya, banyak yang bisa melanjutkan studi atau menjadi pengusaha. Namun di sisi lain kadang ini menjadi sebuah hambatan pula bagi negara kita karena para perawat ini ternyata banyak yang ditemukan begitu ’kerasan’ berada di negeri orang hingga enggan kembali ke tanah air.

0 komentar:

Posting Komentar